× -bahasa-

×

view_list1.png Artikel     view_masonry.png Galeri     view_list2.png Video    
×
  • url:
×
×
    ×
    4 0 0 0 0 0
    4
       ic_mode_light.png

    Demam tinggi tak selalu berarti demam berdarah (DBD) atau tifus (tifoid). Dua penyakit ini sering disangka sama karena gejalanya mirip, padahal penyebab dan penanganannya berbeda. Mengetahui perbedaannya penting agar tidak salah langkah dalam pengobatan.

    Menurut penjelasan dari Kementerian Kesehatan RI dan RSUP Dr. Sardjito, berikut perbedaan mendasar antara keduanya:

    1. Penyebab Penyakit

    Demam Berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti.

    Tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

    2. Pola Demam

    DBD: Demam tinggi mendadak (39–40°C), biasanya hari pertama hingga ketiga sangat tinggi, lalu turun, kemudian naik lagi pada hari ke-5.

    Tifus: Demam naik perlahan setiap hari, umumnya lebih tinggi pada sore atau malam hari.

    3. Gejala Penyerta

    DBD: Nyeri otot dan sendi, sakit kepala hebat di belakang mata, muncul bintik merah (ruam) di kulit, dan bisa terjadi mimisan atau gusi berdarah.

    Tifus: Gangguan pencernaan seperti mual, sembelit atau diare, perut kembung, lidah tampak kotor di tengah tapi putih di pinggirnya.

    4. Pemeriksaan Penunjang

    DBD: Dapat dideteksi dengan tes darah NS1 antigen atau IgM/IgG dengue, serta penurunan jumlah trombosit.

    Tifus: Diperiksa melalui Tes Widal atau TUBEX test, yang mendeteksi antibodi terhadap bakteri tifoid.

    5. Waktu Periksa ke Dokter

    Jika demam tidak turun lebih dari 3 hari, disertai gejala seperti mual berat, bintik merah, atau tubuh terasa lemah, segera periksa ke fasilitas kesehatan.
    Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius seperti syok dengue pada DBD atau perforasi usus pada tifus.

    Kesimpulan:

    Kedua penyakit ini tidak bisa diobati sembarangan. Jangan hanya mengandalkan obat penurun panas. Perbedaan kecil dalam gejala dapat menjadi penentu diagnosis yang tepat oleh tenaga medis.

    Sumber:
    Kementerian Kesehatan RI – Cegah dan Kenali DBD dan Tifus
    RSUP Dr. Sardjito – Perbedaan Demam Berdarah dan Tifoid
    WHO – Dengue and Typhoid Fever Guidelines (2024)

    #EdukasiKesehatan #CegahDBD #CegahTifus #FaktaMedis #SehatBersama #PeduliKesehatan

    ❮ sebelumnya
    selanjutnya ❯
    infodunia
    +

    banner_jasaps_250x250.png
    <<
    login/register to comment
    ×
    • ic_write_new.png expos
    • ic_share.png bagikan
    • ic_order.png urutan
    • sound.png malsAI
    • view_list2.png listHD
    • ic_mode_light.png light
    × bagikan
      ic_posgar2.png x.png tg.png wa.png link.png
    • url:
    × urutan
    ic_write_new.png ic_share.png ic_order.png sound.png view_list2.png ic_mode_light.png ic_other.png
    +
    ic_argumen.png

    Belum ada argumen, jadilah yang pertama